“Sesungguh Allah tdk merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yg ada pada diri mereka sendiri ” إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Tampilkan postingan dengan label Cerita inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sekarung mangga


Ada suatu negeri yang di pimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana. Sang raja selalu percaya kepada semua bawahan dan prajuritnya. Rakyatnya hidup makmur berlimpah hasil bumi. 
Suatu ketika sang raja berjalan-jalan di kebun mangga milik istana. Melihat hasil kebun mangganya, sang raja melihat dengan gembira karena membuahkan mangga yang besar-besar dan banyak.
Keesokan harinya raja memanggil 3 pembantunya. Dan memerintahkan ke-3 pembantunya untuk mengambilkan masing-masing 1 karung buah mangga. Dan ke tiga pembantunyapun segera menuju ke kebun mangga. 
Pembantu 1 berpikir. Biasanya sang raja tidak pernah mengecek apa isi dari karungnya. Kemudian dikumpulkannya daun-daun kering dan dimasukkan ke dalam karung hingga penuh. Melihat pohon mangga yang tinggi, pembantu ke 2 berpikir bagaimana caranya bisa mengisi 1 karung mangga tanpa susah. Diambilnya ranting-ranting dan dimasukkan ke dalam karung hingga penuh.
Pembantu 3 berpikir, ini adalah titah dari sang raja. Dipilihlah mangga yang besar-besar dan sudah masak. Meskipun harus menaiki pohon yang tinggi, pembantu ke 3 ini tidak patah semangat. Satu per satu dimasukkan ke dalam karung hingga penuh.
Ke 3 pembantu raja inipun segera menghadap sang raja. Melihat ke 3 pembantu ini kelelahan. Sang raja kemudian iba dan memerintahkan ke 3 pembantunya ini untuk membuka karung dan menyuruhnya untuk di makan. Para pembantu raja ini, hanya pembantu ke 3 yang berani membuka karung dan memakan mangganya. Pembantu 1 dan 2 segera meminta maaf ke pada sang raja atas kelalaian dalam menjalankan titah sang Raja.
Dari cerita ini menggambarkan sebuah pepatah. Siapa yang menanam dia akan mendapatkan apa yang di tanamnya. Sebarkanlah virus kebaikan disekeliling kita. Lakukanlah pekerjaan dengan benar dan sepenuh hati. Karena kita akan mendapatkan hasil dari apa yang pernah kita kerjakan.

»»   Read more....

Kebesaran seorang Ibu

 Kejadian ini adalah sebuah kisah nyata dari sebuah kota kecil di negara Taiwan dan sudah di publikasikan di media cetak maupun media elektronik.
Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu, tapi saya lupa tahun berapa.hehe..
Ada seorang pemuda yang bernama Abe ( bukan nama sebenarnya ). Dia seorang pemuda yang tampan, ramah dan humoris. Dia bekerja pada suatu perusahaan swasta yang tempatnya tidak jauh dari rumah Abe. Karena Abe seorang pemuda yang pekerja keras, kini dia di promosikan menjadi manager di perusahaannya dengan gaji yang lumayan besar.
Dengan penampilan yang bersahaja dan ramah, dia banyak di sukai oleh teman-teman sekantornya. Bahkan putri owner perusahaanpun juga suka padaanya.
Dirumahnya yang sederhana Abe tinggal bersama seorang perempuan yang sudah tua dengan penampilan yang sangat menyeramkan.
Kepalanya botak, kulitnya melepuh meninggalkan borok seperti luka bakar. Rambutnya hanya tersisa sedikit dibagian kiri dan belakang kepala yang dibiarkan terurai sebahu. Dalam kesehariannya wanita itu melakukan aktifitas memasak, mencuci, membersihkan rumah. Wanita itu jarang sekali keluar rumah kalau memang benar-benar tidak penting.
Perempuan itu tak lain Ibu dari Abe. Dengan kondisi seperti itu Abe sangatlah susah untuk melihat kenyataan. Apalagi ada seorang teman kantor Abe yang singgah ke rumah Abe. Teman itu menanyakan siapa wanita tua itu. Abe menjawab bahwa wanita tua itu adalah seorang pembantu yang ikut sebelum ibunya meninggal.
Ketika itu sang Ibu secara tidak sengaja mendengar cerita Abe. Hati sang Ibu sangat sedih, hancur. Tapi karena sangat sayang kepada Abe, perasaan sedih itu hanya dipendam dalam hati. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah dan jatuh sakit.
Segala aktifitas rumah Abe yang mengurus. Mulai dari memasak, mencuci, menyapu sampai menyiapkan obat untuk Ibunya. Hal ini membuat Abe merasa terbebani.
Sampai suatu ketika Abe mencari sesuatu dengan marah - marah. Dia mengacak-acak isang berhati almari. Abe menemukan sebuah botol kecil. Begitu dibuka bukanlah sebuah emas atau perhiasan yang dia dapatkan. Melainkan sebuah potongan koran kecil yang sudah lusuh bergambar seorang wanita yang cantik.
Potongan koran itu memberitakan tentang kepahlawanan seorang wanita yang menyelamatkan anaknya dari sebuah kebakaran. Dengan memeluk erak anaknya dengan berselimutkan kain seprai basah, wanita cantik itu menerobos api yang sudah mengepung rumahnya hingga mengakibatkan wanita itu luka bakar pada bagian kepalanya. Anak yang digendongnyapun selamat dan tidak luka sedikitpun.
Dengan tangan yang gemetar, hati Abe terasa sesak mengetahui bahwa wanita yang ada di koran itu adalah Ibunya.
Dengan menatap ibunya yang terbaring, Abepun mendekati sang Ibu dan memeluknya erat. Air mata Abe terus menerus menetes sambil meminta maap kepada sang Ibu. Abe merasa sangat bersalah dan berdosa kepada Ibunya. Abe merasa menyesal tidak bisa menjadi seorang anak yang bisa membahagiakan Ibunya.
Sang Ibupun ikut menangis terharu akan ketulusan hati anaknya. Ya sudah...semua sudah berlalu. Ibu sudah memafkan Abe. Kejadian itu jangan diungkin lagi, pesan Ibu kepada Abe.
Setelah Ibunya sembuh, kini Abe tidak merasa malu untuk mengajak ibunya jalan-jalan apalagi berbelanja ke mall walaupun menjadi pusat perhatian orang. Abe tidak merasa malu, tapi sangat bangga memiliki seorang Ibu yang berhati mulia.
Karena menjadi pusat perhatian, ada seorang wartawan yang tertarik dengan kisah hidup Abe dan mengangkatnya ke media cetak dan media elektronik.
Sungguh beruntung bagi kita yang masih memiliki seorang Ibu. Jangan pernah menyia-nyiakan waktu untuk selalu menyayangi Ibu walauoun sedetik. Jangan sampai kita menangis saat melihat Ibu kita sudah tiada. Menangis karena tidak sempat untuk membahagiakan dan mencium kaki Ibu. Karena Surga ada di telapak kaki Ibu.

»»   Read more....